THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

Minggu, 30 Agustus 2009

Rangkuman IPA BAB 3


Bab 3 : Sistem saraf
 Tubuh kita terdiri dari berbagai macam organ tubuh yang masing-masing mempunyai fungsi tertentu.
Agar semua organ dapat berfungsi & bekerja sama dengan baik maka dibutuhkanlah suatu system yang dapat mengatur itu semua. Sistem tersebut adalah SISTEM KOORDINASI .
Terdiri atas sistem saraf, indera, dan hormon.
Sistem saraf : menanggapi rangsang tubuh yang memungkinkan kita menanggapi perubahan-perubahn yang terjadi pada lingkungan di sekitar kita.
FUNGSI SISTEM SARAF :
·         Sebagai alat penerima rangsang (informasi), berupa perubahan yang terjadi dilingkungan.
·         Sebagai alat pengatur dan memproses informasi yang di terima.
·         Mengatur dan member tanggapan (respon) dalam bentuk gerakan atau reaksi kelenjar.
Terdapat Enzim Asefilekoline & Kolinemeterozone.
SUSUNAN SARAF / RANGSANGAN :
·         Dendrit
·         Badan Sel saraf
·         Akson
·         Ujung Akson
·         Dendrit dari sel-sel berikutnya
SEL SARAF
Saraf dalam tubuh kita membentuk jaringan, disebut jaringan saraf.
Jaringan saraf terdiri dari sel-sel saraf di sebut neuron.
BAGIAN SEL SARAF :
·         Badan Sel                 : Inti sel & Sitoplasma
·         Dendrit                      : Penjuluran Sitoplasma pendek.
·         Neurit (Akson)         : Penjuluran Sitoplasma panjang.
Macam SEL SARAF :
·         Sel saraf ‘SENSORI’            :Dendrit berhubungan dengan alat ‘indera’ ke ‘otak’.
·         Sel saraf ‘MOTORI’: Akson berhubungan dengan otot (respon)
·         Sel saraf ‘PENGHUBUNG’ : Ada di otak & sumsum tulang belakang.
·         Sumsum tulang belakang : Memberi jawaban dari rangsangan di bawa ke otot.
FUNGSI SEL SARAF :
·         Sensori           : Membawa rangsang (impuls) dari indera ke susunan saraf pusat (otak& sumsum tulang belakang)
·         Motori            : Membawa rangsang (impuls) dari saraf pusat ke otot/kelenjar.
·         Penghubung : Meneruskan rangsang dari neuron sensori ke neuron motori (otak & sumsum tulang belakang)
Mekanisme Gerak
~ Mekanisme gerak ‘biasa’ (disadari)
          Impuls (rangsang) -> Indera -> Saraf sensori -> Otak -> Saraf Motori -Otot
~ Mekanisme gerak tidak disadari (refleks)
          Impuls (rangsang) -> Indera -> Saraf sensori -> Saraf penghubung -> Saraf motori -> Otot
Sistem saraf di tubuh kita ada 2, yaitu :
A.    Sistem saraf Pusat
Terdiri dari :
·         Otak
·         Sumsum tulang belakang
Otak
Otak terdiri dari 3 bagian, yaitu :
1.      Otak Besar (serebrum)
Terdiri dari 2 bagian kiri dan kanan. Masing-masing mengatur anggota badan arah kebalikannya.
Mempunyai 2 bagian yaitu lapisan korteks yang paling luar, tipis, berwarna kelabu, berlipat-lipat. Dan lapisan dalam yang tebal dan berwarna putih.
Otak besar adalah pusat pengendalian tubuh yang di sadari. Contoh: berfikir, berbicara, dll.
2.      Otak Kecil (serebelum)
Pengatur keseimbangan tubuh & mengkoordinasi kerja oto-otot penggerak tubuh.
Terdapat ‘Jembatan Anchmorif ponis volori’ yaitu jembatan yang menghubungkan antara otak kecil kiri dan otak kecil kanan.
3.      Batang Otak
Terdiri dari 3 bagian, yaitu:
Ø  Otak tengah
Ø  Pons paroli /Jembatan varol
Ø  Sumsum lanjutan (medulla oblongata) yang mengendalikan tubuh yang tidak disadari. Contoh Denyut nadi, dll.
Sumsum Tulang belakang
      Dari ruas-ruas tulang belakang, leher sampai tulang punggung ke-2.
Fungsinya:
1)     Penghantar impuls dari indera menuju otak lalu ke otot tubuh
2)     Pusat gerak refleks.
Terdiri dari 2 bagian, yaitu;
1)     Luar          : warna putih, mengandung akson & dendrit.
2)     Dalam     : berwarna abu-abu, mengandung saraf.
B.      Sistem saraf Tepi
                                 i.            Susunan Saraf Sadar (Somatik) :
-          12 pasang saraf otak, menuju saraf tertentu. Contoh : mata
-          31 pasang saraf sumsum tulang belakang, berhubungan dengan bagian-bagian tubuh. Contoh: Lengan, kaki & otot lurik.
                               ii.            Susunan Saraf Tidak Sadar (Viseral/Autonom) :
-          Simpatik
-          Parasimpatik
Bekerja secara antagonis atau tolak belakang.
Kelainan/penyakit pada saraf
a.     Sakit Kepala            : Melebarnya pembuluh darah pada selaput otak.
b.     Epilepsi          : Gangguan pada penghantar impuls pada sel-sel saraf.
c.     Amnesia       : Trauma pada kepala (geger otak), hilang ingatan, dapat bersifat sementara/ permanen.
d.     Alzheimer     : Pikun pada orang berusia lanjut.
e.     Parkinson      : Tremor pada tangan, gerak hadi lambat & otot kaku. Akibat tidak seimbangnya zat kimia pada system saraf/ trauma keras pada kepala dapat bersifat genetis.
f.        Meningitis     : Virus pada selaput otak.
g.     Polio  : mengecilkan kaki anak-anak, menyebabkan kelumpuhan, tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat di cegah dengan vaksin.

0 comments: